Viral…, Akibat Cemburu Dua Pemuda Adu Jotos Di Bendungan Titab

SINGARAJA – fajarbali.com  I  Aksi perkelahian antar pemuda terjadi di Bendungan Titab-Ularan yang ada di Desa Ularan, Kecamatan Seririt, Rabu (16/2) sekitar pukul 16.00 wita.Peristiwa perkelahian yang dilakukan dua pemuda yakni Kadek (16) dan Komang (16) yang merupakan teman sekolah berawal adanya kesalah pahaman antara pemuda kemudian terjadi saling tangtang di Bendungan Titab hingga peristiwa itu viral dimesia sosial. Ironisnya, kejadian tersebut disaksikan pupuhan  pemuda dari masingmasing kubu yang berseteru tanpa ada upaya untuk melerainya. . Adanya video viral tersebut  ditindak lanjuti jajaran kepolisian sector seririt. Polsek Seririt menindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan terhadap  kejadian divideo tersebut .

Menurut Kapolsek Seririt Kompol I Gede Juli saat dikonfirmasi, Kamis (17/2)  mengungkapkan  berawal  dari adanya vidio viral , lalu jajaran kepolisian Polsek Seririt melakukan penyelidikan dan penyidikan.”Awalnya adanya vidio viral dimedia sosial kemudian kami melakukan penyelidikan dan penyidikan dan keduanya sempat kami lakukan pemanggilan bersama dengan kedua orang tua pemuda yang melakukan perkelahian terasebut dan keduanya juga kami berikan pembinaan. Karena keduanya merupakan anak dibawah umur kita lakukan pembinaan terlebih dulu,”tuturnya. 

 

Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang ditemukan bahwa orang yang berkelahi tersebut adalah masih anak-anak yang duduk di salah satu bangku Sekolah Menengah Kejuruan  Kelas X yang ada di Kecamatan Busungbiu. Perkelahian tersebut diduga adanya rasa cemburu karena cinta segitiga antara yang disebut namanya Kadek dan yang disebut namanya Komang yang sama-sama menaruh perhatian dengan seorang perempuan sebut saja namanya Ketut dan yang paling cemburu dalam cinta segi tiga ini adalah sebut saja namanya Komang.

 

“Keduanya saling cemburu karena terjadi cinta segi tiga kemudian keduanya salah paham dan berujung terjadi perkelahian,”lanjutnya. Sebelumnya pada  hari Selasa tanggal 15 Pebruari 2022, Kadek    sedang membonceng Ketut, dan saat itu dihadang oleh Komang,    sehingga keduanya sempat ribut. Kemudian pada malam harinya  Komang    yang merasa tidak terima dengan kejadian sebelumnya, langsung menghubungi Kadek  melalui HP dan menyampaikan tantangan untuk berkelahi dan bahkan Komang mengancam apabila tidak dituruti maka akan dicari ke rumahnya.

Adanya tangtangan tersebut, Kadek menyanggupinya dan mendatangi Bendungan Titab yang merupakan sebagai kurusetra.”Awalnya keduanya saling tangtang yang mana Kadek menangtang yang bersangkutan dengan jalan menelpon Komang dan keduanya menyanggupi untuk berkelahi,”lanjutnya.

 

Di saat bersamaan Komang   meminta rekannya  Putu (16) untuk merekam perkelahian yang akan dilakukan besok harinya tersebut. Keesokan harinya Komang  dan Kadek bertemu di Bendungan Titab dan langsung berkelahi yang kemudian direkam oleh Putu.”Rekaman perkelahian tersebut dikirim oleh Putu kepada Komang kemudian dijadikan  KOMANG   story WA , begitu juga dengan Putu rekamannya tersebut  dikirim ke beberapa temannya, sampai kemudian video tersebut viral di WA,”lanjutnya.

 Akibat perbuatannya itu, kedua anak-anak tersebut masih diamankan di Polsek Seririt dan hari ini, Jumat (18/2) akan dilakukan mediasi terhadap kedua orang tersebut dengan melibatkan kedua orang tuanya dan juga pihak sekolah termasuk dari Ketut serta pihak Perbekel.”Karena yang melakukan perkelahian ini adalah anak-anak maka penanganan anak menyesuaikan dengan undang-undang perlindungan anak, dan untuk identitas anak dan alamat anak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tidak dapat dipublikasikan,”tutupnya. W – 008

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Banyak Penegak Hukum yang Dilahirkan Ilmu Hukum Undiksha, Kini Seorang Lulusannya Bertekad Jadi Hakim

Jum Feb 18 , 2022
DENPASAR – fajarbali.com | I Wayan Budha Yasa telah merampungkan proses studi sarjananya. Ia mengambil Prodi Ilmu Hukum, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Kini, Budha Yasa tinggal menunggu momentum wisuda. Remaja 21 tahun ini makin semangat menggapai cita-citanya menjadi seorang hakim.