Jelang HBKN, Buleleng Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi

Sutjidra
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra

BULELENG-fajarbali.com | Menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Nyepi, dan Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Kamis (12/2/2026).

Pertemuan strategis tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan yang diterima langsung oleh Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra didampingi Sekda Buleleng Gede Suyasa, Forkopimda, serta pimpinan OPD terkait.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, melainkan menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebutkan, inflasi Kabupaten Buleleng saat ini berada pada angka 2,59 persen (year on year) yang dimana masih dalam rentang target nasional.

“Inflasi ini sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kalau tidak kita kendalikan dengan baik, dampaknya langsung terasa. Karena itu, kita harus memastikan stok aman dan distribusi lancar, terutama menjelang hari raya,” tegasnya.

Menghadapi potensi lonjakan permintaan, Pemkab Buleleng telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, seperti intensifikasi operasi pasar dan pasar pangan murah, penguatan pengawasan distribusi, serta memastikan ketersediaan komoditas strategis tetap terjaga.

Tak hanya itu, Dinas Pertanian juga terus mendorong gerakan tanam melalui pembagian bibit cabai kepada masyarakat guna mengantisipasi lonjakan harga hortikultura yang kerap menjadi pemicu inflasi.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top