BULELENG-fajarbali.com | Tamparan hebat kembali dialami oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terkait viralnya berita di media social yang menyatakan penggunaan ambulan jenazah untuk masyarakat yang ada di Puskesmas Gerokgak dua dinilai tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pemahaman masyarakat dalam prosedur layanan penggunaan mobil ambulan jenasah maupun ambulan kegawatdaruratan di sebuah fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Buleleng perlu didorong dan diedukasi secara masif, karena ketidaktahuan prosedur akan menjadikan miss informasi dan akan menimbulkan kesalahpahaman. Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Gerokgak dua, dr. I Nyoman Suardyatma saat menjelaskan kejadian di Puskesmas Gerokgak dua di Desa Pejarakan, Rabu (7/1/2025).
Pihaknya mengatakan, kejadian tersebut pada intinya adalah miss komunikasi karena didasari kepanikan keluarga pasien dan kurang sabar menerima informasi saat mengantarkan pasien dengan kondisi tidak sadarkan diri.”Keluarga pasien saat itu, Sabtu, 3 Januari 2026 mengantarkan pasien dalam kondisi gawat darurat. Saat di tangani sesuai prosedur oleh tim medis dan dinyatakan meninggal dunia, pihak keluarga mohon meminjam ambulan untuk mengantar jenasah, Puskesmas Gerokgak dua tidak memiliki mobil ambulan jenasah dan sesuai prosedur ambulan kegawatdarutan peruntukannya hanya boleh untuk layanan rujukan kegawatdarutan,”jelasnya.
Lebih lanjut, pihak puskesmas telah bersedia memfasilitasi ambulan jenasah di Puskesmas Gerokgak 1, namun keluarga pasien terlanjur panik dan histeris akan keadaan pasien, meluapkan emosi dengan menendang bak sampah dan memukul ambulan puskesmas dan ambulan TNI yang terpakir kebetulan mengantar siswa TNI karena sakit.”Informasi video yang viral tersebut adalah tidak benar, kami sudah membantu memfasilitasi pengantaran jenasah, namun perlu waktu menunggu ambulan jenasah yang ada di Desa Gerokgak. Kami bekerja sesuai prosedur dan aturan,”tegasnya.










