MANGUPURA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa tak menampik dampak virus corona terhadap pariwisata. Terlebih Badung yang merupakan barometer pariwisata Bali. Nah, berdasarkan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti praktisi pariwisata, pemerhati, Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), bahkan Pemerintah Pusat, Kabupaten Badung telah mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu.
Pertama, menghilangkan rasa takut dan khawatir terhadap virus yang tengah merebak di beberapa negara, khususnya Tiongkok. "Jadi, saat ini tidak hanya perlu memikirkan obat dari virus ini, tapi menghilangkan rasa worry, takut atau khawatir wisatawan untuk datang ke sini. Sekarang ini kan, orang tidak terjangkit atau terdampak, tapi khawatir untuk datang," ungkapnya, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr I Nyoman Gunarta dan Direktur RSD Mangusada, dr I Ketut Japa, Jumat (14/2/2020) di Puspem Badung.
Hal itu bukan tanpa alasan. Pemkab Badung telah berupaya optimal menerjunkan Dinas Kesehatan untuk melakukan surveilans ke kantong-kantong wisatawan di 'Gumi Keris'. Termasuk secara periodik melakukan pengecekan ke akomodasi pariwisata. "Hasilnya, sampai saat ini belum ada yang terindikasi terkena virus corona," jelasnya.
Selanjutnya, dalam hal pencegahan, Pemkab Badung lanjut Suiasa, juga sudah berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura guna screening penumpang yang masuk ke Bandara Ngurah Rai. Termasuk pelabuhan-pelabuhan sebagai pintu masuk ke Bali. "Sehingga kami senantiasa mendapat informasi up to date," katanya.










