Hadapi Risiko Bencana Melalui Program Safe Schools, Ini yang Dilakukan Prudential Indonesia, Prudence Foundation, dan Plan Indonesia

Screenshot_2024-09-03-17-58-36-78_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817_copy_800x524
Dewi Satriani, Chief Human Resources & Community Investment Officer, Prudential Indonesia sedang memberikan sambutan dalam acara peluncuran program Provinsi Model Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Provinsi Bali.Foto/ist

Dewi Satriani, Chief Human Resources & Community Investment Officer, Prudential Indonesia sedang memberikan sambutan dalam acara peluncuran program Provinsi Model Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Provinsi Bali.Foto/ist

DENPASAR-Fajarbali.com|Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan perlindungan pendidikan, tenaga kependidikan, dan peserta didik terhadap ancaman bencana, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bersama Prudence Foundation berkolaborasi dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) meluncurkan program Provinsi Model Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) atau Comprehensive School Safety (CSS) di Provinsi Bali yang diselenggarakan pada tanggal 29 Agustus 2024.

Program ini telah berlangsung sejak April 2024 hingga Agustus 2025 di Bali, dengan misi mengedukasi 100 sekolah jenjang SMA/SMK/SLB dan 10.000 pelajar terkait mitigasi bencana, khususnya yang disebabkan oleh ancaman alam dan perubahan iklim, non-alam, sosial maupun kekerasan.

Dalam implementasinya, program ini akan berfokus pada beberapa bidang, seperti penguatan kapasitas Sekretariat Bersama (SEKBER) SPAB Bali untuk mendorong peran multipihak dalam pengurangan risiko bencana, pengembangan indikator provinsi model SPAB untuk direplikasi oleh provinsi lain, serta penguatan keterlibatan kaum muda yang bermakna dalam implementasi dan monitoring SPAB.

Selain itu, program ini turut meluncurkan Modul SPAB Komprehensif yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas sekolah di Indonesia menjadi Sekolah Tangguh, sekaligus mempersiapkan satuan pendidikan termasuk pelajar dan guru dalam menghadapi berbagai risiko bencana, baik karena ancaman alam termasuk iklim, non-alam, sosial maupun kekerasan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top