Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan kualitas event internasional tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi di lintasan, tetapi juga oleh pengalaman yang dirasakan penonton sepanjang berada di kawasan.
“MotoGP bukan hanya tentang apa yang terjadi di lintasan. Begitu penonton memasuki kawasan, setiap interaksi menjadi bagian dari pengalaman mereka. Cara mereka disambut, mendapatkan informasi, diarahkan, maupun dibantu ketika menghadapi kendala akan ikut membentuk kesan terhadap Mandalika. Karena itu, kami ingin memastikan personel yang berada di garis depan memiliki kesiapan dan standar pelayanan yang sama,” ujar Troy.
Melalui Hospitality Training, personel dibekali pemahaman bahwa service excellence selain mengenai kecepatan dan kepatuhan terhadap SOP, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan serta ekspektasi customer.
400 Marshal, 100% Putra-Putri NTB
Di sisi lintasan, keterlibatan sumber daya manusia lokal juga menjadi bagian penting. Sebanyak 400 marshal yang bertugas pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 seluruhnya berasal dari NTB, dengan komposisi 303 orang dari Lombok Tengah, 51 dari Mataram, 22 dari Lombok Barat, 18 dari Lombok Timur, tiga dari Dompu, serta masing-masing satu orang dari Kabupaten Bima, Lombok Utara, dan Sumbawa.
Para marshal telah mengikuti rangkaian pelatihan, mulai dari pembekalan di kelas hingga latihan lapangan. Materi mencakup persiapan sebelum event, penggunaan dan pengecekan perlengkapan, komunikasi, prioritas respons, kerja sama tim, keselamatan marshal, serta struktur dan pembagian tugas di lintasan, termasuk koordinasi antara marshal post dan Race Control.










