Pelatihan juga dilengkapi berbagai simulasi kondisi di lintasan, seperti single crash, multiple crash yang melibatkan tiga motor, hingga red flag simulation. Melalui simulasi tersebut, marshal dilatih memahami urutan respons ketika terjadi insiden, mulai dari memastikan keselamatan rider, memeriksa kondisi lintasan dan sepeda motor, hingga melakukan penanganan serta pemindahan kendaraan dari area insiden.
Troy mengatakan, keterlibatan 100% marshal asal NTB menunjukkan bahwa penyelenggaraan event internasional di The Mandalika turut memberikan ruang bagi SDM daerah untuk mengambil peran dalam fungsi yang memiliki tanggung jawab besar.
“Keterlibatan 400 marshal yang seluruhnya berasal dari NTB menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Tidak hanya hadir sebagai bagian dari operasional event, tetapi mereka juga menjalankan fungsi penting di lintasan yang membutuhkan kesiapan, koordinasi, kedisiplinan, dan pemahaman terhadap aspek keselamatan,” ujar Troy.
Selain aspek teknis, rangkaian training mencakup post allocation, firefighter training, team building, field training, deploy to post, hingga distribusi perlengkapan. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari proses memastikan setiap marshal memahami posisi, fungsi, perangkat, serta alur koordinasi sebelum menjalankan tugasnya selama race weekend.
People Behind the Experience
Pengalaman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dibangun oleh banyak peran di balik race, mulai dari frontliner yang berinteraksi langsung dengan penonton hingga marshal yang mendukung keselamatan di lintasan.










