Dilihat dari kandungan gizi, merujuk dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat di tahun 2018 bahwa, dalam seratus gram bonggol pisang basah terkandung; Kalori 43,00 kkal, Protein 0,60 g, Lemak 0,00 g, Karbohidrat 11,60 g, Kalsium 15,00 mg, Fosfor 60,00 mg, Zat Besi 1,00 mg, Vitamin B1 0,01 mg, Vitamin C 12,0 mg. Sedangkan untuk bonggol pisang kering terkandung; Kalori 245,00 kkal, Protein 3,40 g, Lemak 0,00 g, Karbohidrat 66,20 g, Kalsium 60,00 mg, Fosfor 150,00 mg, Zat Besi 2,00 mg, Vitamin B1 0,04 mg, Vitamin C 4,0 mg
Menyadari adanya ketimpangan tersebut, membuat Kelompok Mahasiswa KKN PPM XXV Universitas Udayana di Desa Puhu menyelenggarakan kegiatan Edukasi Inovasi Pengolahan Abon Bonggol Pisang Klutuk kepada ibu-ibu di Banjar Penginyahan Desa Puhu. Kegiatan yang terselenggara dari pukul 14.00 WITA dihadiri oleh ibu-ibu dari kelompok PKK dan Kader Posyandu Desa Penginyahan.
Dihadapan peserta yang hadir, mahasiswa KKN menjelaskan peluang dari bahan dan pemanfaatan bonggol pisang. Kemudian dilanjutkan dengan sesi demonstrasi memasak abon bonggol pisang klutuk bersama mahasiswa KKN.
“Kreatif sekali kami baru tahu bisa diolah menjadi masakan ini dan juga bahannya alami juga mudah dicari disekitar, sehingga kami sangat mengapresiasi dari inovasi yang dikenalkan kepada kami. Semoga ibu-ibu disini bisa mencoba dan dikembangkan serta menjadi tambahan ilmu untuk kami yang dapat menjadi peluang bisnis yang dapat dikembangkan berbasis rumah tangga atau UMKM” ujar, I Gusti Ayu Sari Sukadewi, selaku istri Kelian Banjar Penginyahan.











