Ia melanjutkan, untuk menjadi bagian dari World Class University tentu tidak mudah untuk dilalui, namun bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk dapat diwujudkan. “Undiknas University harus berhasil menyelesaikan berbagai tantangan tersebut dan memosisikan dirinya pada peringkat tertinggi dalam QS World University Rankings, sebagai universitas bergengsi yang memiliki daya saing tinggi,” tegasnya.
Untuk itu berbagai program penunjang tahun internasionalisasi telah dirancang Undiknas, yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) untuk skema Double Degree; pengembangan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi mitra luar negeri untuk realisasi international student’s exchange program, double degree program, international enrichment program, joint-research, adjunct Professor, bridging to Professor untuk dosen Undiknas.
"Dan lainnya, setelah sebelumnya, sukses mengantongi ijin dari Kemdikbud-Ristek tentang Penyelenggaraan Double Degree Program dengan HELP University Malaysia, Undiknas semakin terpacu untuk menjadi pionir Double Degree Program," tandasnya.
Awal tahun 2023 ini, lanjutnya, Undiknas tengah mengajukan usulan ijin penyelenggaraan double degree program dengan Medipol University Turkey, Edith Cowan University Australia, dan Tesside University UK; peningkatan jumlah mahasiswa asing yang menempuh studi di Undiknas University, baik dengan skema short course, full degree, maupun internship; pengembangan kurikulum dan sistem pembelajaran berbasis internasional; peningkatan jumlah dosen yang mengikuti kegiatan Tridharma bertaraf internasional; dan program internasionalisasi lainnya.










