Wayan Koster dan Rano Karno Ungkap Strategi Pariwisata di BBTF 2025, Dari Bali Bersih Hingga Jakarta Kota Film

WhatsApp Image 2025-06-12 at 16.51.44_a08b701f
Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Ketua Pelaksana BBTF 2025, I Putu Winastra, dan Wagub DKI Jakarta, Rano Karno saat opening B2B Travex yang ditandai dengan pemotongan pita. (Tha)

“Sebagai bagian dari revitalisasi, 10 hotel di Jakarta diwajibkan menampilkan budaya Betawi, sementara pembentukan Jakarta Film Commission dan konsep ‘Jakarta Kota Cinema’ dirancang untuk menarik talenta dan investor perfilman, sebuah sektor yang menarik 84 juta penonton nasional pada tahun 2024. DKI Jakarta juga memperluas kebijakan ASN wajib naik transportasi umum setiap hari Rabu, guna mendukung mobilitas berkelanjutan dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” paparnya.

Ketua Pelaksana BBTF 2025 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, menjelaskan bahwa BBTF menciptakan hubungan yang lebih mendalam dan tahan lama antara produk dan destinasi, memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan pengalaman nyata di tempat, melampaui sekadar ruang pamer. Ia menambahkan bahwa BBTF telah membuktikan jangkauan dan dampak internasionalnya, berakar pada semangat budaya unik Bali namun berfokus pada seluruh Indonesia.

Dengan bangga, Putu Winastra menyebutkan bahwa BBTF 2025, yang berlangsung pada 11-13 Juni, akan mempertemukan 529 pembeli dari 45 negara dan 499 penjual dari 284 perusahaan dari tujuh negara dan Indonesia, termasuk 10 provinsi selain Bali. “Kami memperkirakan total transaksi yang terjadi hingga akhir pameran perjalanan wisata ini mencapai Rp7,84 triliun, yang menunjukkan seberapa besar eksposur Bali kepada dunia,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Partha Adnyana, menegaskan peran penting ASITA sebagai "garda terdepan" dalam dunia pariwisata, mulai dari menyambut tamu, menyiapkan segala kebutuhan pra-perjalanan, hingga akhir pengalaman wisata. “Di bawah naungan BTB, asosiasi lain tidak diizinkan menggelar acara serupa, sebagai komitmen untuk memperkuat kehadiran ASITA di Bali agar kualitas layanan dan kolaborasi industri pariwisata se-Indonesia semakin kokoh,” tegasnya. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top