Warga Batuan Diperkenalkan Senam Kaki, Cegah Diabetes dan Hipertensi

IMG-20260205-WA0002
PELATIHAN Senam Kaki untuk mencegah diabetes melitus di Desa Batuan, Sukawati, Gianyar.

GIANYAR-fajarbali.com | Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi ancaman serius. Tren kasusnya makin melonjak, tak terkecuali di Desa Batuan, Sukawati, Gianyar.

Untuk itu, mahasiswa KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar yang bertugas di Desa Batuan menjadikan kedua jenis PTM ini sebagai salah satu program prioritas untuk ditangani aesuai visi "Generasi Muda Tangguh Bebas Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Penyakit Menular (PM)".

Mahasiswa memperkenalkan senam kaki DM, pada Minggu (1/2). Bentuk pelayanan kesehatan dan edukasi senam kaki DM merupakan kegiatan yang menyasar kelompok usia dewasa, lansia, serta warga penderita DM. Pelatihan Senam Kaki DM ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan sirkulasi darah serta mencegah komplikasi luka pada kaki bagi penderita diabetes.

Kepala Desa Batuan, Ari Anggara, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Poltekkes Denpasar. "Acara ini sangat bagus dan bermanfaat bagi warga kami, terutama dalam upaya deteksi dini dan edukasi kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat Desa Batuan,” kata Ari.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata sebagai sarana pencegah prevalensi diabetes melitus dan hipertensi yang menjadi perhatian kesehatan utama di wilayah Desa Batuan.

Untuk menunjang hal tersebut, mahasiswa menerapkan alur pelayanan yang terpadu dengan pemenuhan gizi masyarakat.
Pada tahap awal registrasi, setiap warga disambut dengan pemberian kukusan sehat sebagai contoh camilan bergizi.

Dan, sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi, di akhir kegiatan warga dapat menukarkan angket pemeriksaan dengan paket bubur kacang hijau dan Vitamin B Complex.
Keberhasilan rangkaian kegiatan ini juga didukung penuh oleh Utari Warmadewi, selaku Kader Kesehatan Desa Batuan.

“Kegiatan ini sangat luar biasa dan pemateri menyampaikan paparan dengan sangat baik. Namun, kami menyarankan agar durasi sesi praktik dapat disesuaikan kembali agar tidak terlalu cepat, mengingat pesertanya adalah lansia yang membutuhkan waktu lebih untuk mengikuti instruksi," kata Utari.

BACA JUGA:  Stres Bisa Picu Anxiety Dreams

"Secara keseluruhan, pelaksanaan sudah sangat baik dan kami mengapresiasi penyediaan PMT serta kacang hijaunya. Harapan kami ke depan, program ini terus berinovasi serta memperkuat komunikasi dan sinergi, baik dengan pihak desa, Pustu, Puskesmas, maupun masyarakat sekitar," imbuhnya.

Mekanisme ini memastikan bahwa data kesehatan masyarakat terdokumentasi dengan baik sekaligus memberikan dukungan nutrisi yang penting untuk fungsi saraf dan metabolisme tubuh. Melalui program yang terintegrasi ini, diharapkan masyarakat di Desa Batuan dapat lebih mandiri dalam menerapkan pola hidup sehat guna menekan angka kasus penyakit tidak menular di lingkungan mereka.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top