“Karya ini sudah lama belum terlaksana. Sesuai kesepakatan bersama warga Dukuh Pesirahan Desa Adat Pedungan, akhirnya karya ini dapat dilaksanakan secara berbarengan di Pura Kahyangan Pura Prajapati, Pura Gede Bagawan Penyarikan lan Pura Pemanahan,” jelasnya.
Ditambahkan, rangkaian karya telah dimulai sejak 11 Agustus 2026, diawali dengan upacara Matur Piuning Karya lan Ngaturan Guru Piduka. Selanjutnya, berbagai rangkaian upacara dilaksanakan hingga puncak karya pada Rabu (26/8).
Rangkaian karya akan dilanjutkan dengan upacara Nyegara Gunung serta Nyineb lan Nuek Penyenjer lan Pengenteg Karya yang dijadwalkan berlangsung pada Rahina Saniscara, 29 Agustus 2026 mendatang.
Pada puncak karya ini upacara di Pura Kahyangan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gde Watulumbung dari Griya Batulumbung, Sibang, serta Ida Rsi Bhujangga Whaisnawa Putra Sara Shri Satya Jati dari Griya Sesetan, Denpasar.
Upacara di Pura Prajapati lan Pemanahan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gede dari Griya Anyar Cau Belayu. Sedangkan di Pura Ratu Gede Begawan Penyarikan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gede Oka Megelung dari Griya Megelung, Baha, Mengwi.
Kadek Dwi Cahyadi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar, atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan sehingga rangkaian karya dapat terlaksana dengan baik.
“Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam pelaksanaan karya,” ungkapnya. (Car)










