Wabup Suiasa selaku pengarah tim penanganan inflasi Kabupaten Badung sudah memerintahkan kepada Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan untuk melakukan operasi pasar secara rutin ke pasar-pasar yang ada di wilayah Kabupaten Badung dan meminta tim TPID melakukan monitoring secara intens ke pasar-pasar rakyat dan ke distributor-distributor. Monitoring ke distributor ini penting dilakukan karena jangan sampai kelancaran dari komoditas ini telat atau sengaja diendapkan barang-barangnya. Pihaknya juga sudah memerintahkan Kadis Pertanian dan Pangan agar mengetensipkan dan mengefektifkan kembali kerjasama antar daerah sebagai penghasil antar komoditas sehingga pasokan barang-barang cukup tersedia.
Kadis Pertanian agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menumbuhkembangkan budaya menanam kebutuhan-kebutuhan pokok. Untuk Kabag Sumber Daya Alam juga diminta untuk bersinergi dengan satgas pangan, dalam hal ini di Kepolisian bagaimana ketahanan pangan produsen-produsen dan distributor ini agar mereka tidak melakukan upaya-upaya atau sengaja mendiamkan komoditas untuk menunggu momentum pada saatnya nanti seperti perayaan Idul Fitri baru dikeluarkan untuk mendapatkan harga yang tinggi atau seperti kenakalan masyarakat mengoplos gas-gas elpiji dan sebagainya.
“Itu harus kita awasi agar tidak terjadi kenakalan di masyarakat dan inilah upaya-upaya yang harus dilakukan oleh tim TPID dalam rangka untuk antisipasi kita bisa melakukan stabilitas inflasi kita di Kabupaten Badung dan mudah-mudahan skenario, skema ini berjalan dengan baik dan kita berharap mendapatkan hasil dengan baik, " ucapnya.










