Wabup Sanjaya juga berharap agar Lomba Desa seperti ini menjadi ajang untuk evaluasi diri bukan hanya bagi warga Desa Dauh Peken namun seluruh Desa yang ada di Tabanan, tidak terlepas juga seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Tabanan. Dijelaskan Wabup Sanjaya, bahwa pada hakekatnya Lomba Desa merupakan penilaian atas kinerja instansi yang tercermin dalam pembangunan di Desa.
“Oleh karena itu, mulailah merancang program yang inovatif, bersinergi satu sama lainnya sehingga dengan kemampuan sumber daya Daerah yang terbatas dapat dioptimalkan untuk menjadikan masyarakat Tabanan yang Serasi (Sejahtera, Aman dan Berprestasi),” ujarnya.
Wabup Sanjaya juga menambahkan bahwa momen saat ini adalah momen yang paling strategis juga dalam menumbuh kembangkan semangat gotong-royong bagi seluruh elemen masyarakat. “Seperti diketahui, gotong-royong sebagai bagian dari sistem nilai budaya Bangsa yang perlu terus dipertahankan dan dikembangkan dalam rangka memperkuat rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Bangsa ini,” imbuh Sanjaya.
Kepala Dinas DPMD, Anom Agustina selaku Ketua Tim Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Provinsi menambahkan, bahwa Lomba Desa ini merupakan instrument tahunan dalam mengevaluasi keberhasilan pembangunan dan sekaligus sebagai tolak ukur atas capaian program dalam pembangunan Desa. Partisipasi dan keswadayaan masyarakat dijadikan sebagai piranti dalam pemberdayaan masyarakat, sehingga dapat mengakselerasi pembangunan Nasional dan Nawa Cita Bapak Presiden Joko Widodo.










