Terkait pelayanan air, Wabup menegaskan bahwa persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian utama, khususnya di wilayah Badung Selatan. Menurutnya, berbagai keluhan masyarakat harus segera ditindaklanjuti dengan solusi nyata. “Masyarakat tidak melihat apakah itu karena musim kemarau, pompa rusak dan sebagainya. Yang mereka tahu adalah pemerintah harus hadir dan memberikan solusi,” tegasnya, seraya menekankan pentingnya menjaga hubungan antara budaya dan pariwisata Bali agar tetap berjalan seimbang.
Sementara Kepala Bidang 1 BPK RI Perwakilan Provinsi Bali, Ihsan Aprian menjelaskan, exit meeting merupakan tahapan sebelum dilanjutkan ke pemeriksaan terinci yang secara tentatif akan dilaksanakan pada akhir Oktober hingga Desember 2026. Pemeriksaan pendahuluan dilaksanakan oleh tiga tim pemeriksa yang mencakup bidang tata ruang, pariwisata dan Perumda Air Minum. “Pemeriksaan pendahuluan ini merupakan bagian untuk menentukan fokus pemeriksaan terinci berdasarkan risiko dan permasalahan yang signifikan,” tambahnya.
Ihsan menyampaikan sejumlah catatan awal dari pemeriksaan pendahuluan, di antaranya terkait penyusunan tata ruang, penerbitan KKPR, penyelenggaraan pariwisata serta pelayanan air minum. Pada Perumda Air Minum Tirta Mangutama, beberapa hal yang menjadi perhatian yakni terkait pengukuran debit air baku, penggunaan volume air baku, kehilangan air dan kontinuitas pelayanan. “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung serta seluruh OPD terkait atas dukungan dan kerja sama yang baik selama pemeriksaan pendahuluan ini,” imbuhnya.W-004










