Utsawa Dharmagita Bakal Dibuka 11 September 2026, Hadirkan Inovasi Terbaru

IMG-20260823-WA0021
IB Alit Suryana. [foto: ist/dok]

Ia menjelaskan, tema “Dharmagita Atmanam Dharma” memiliki keterkaitan erat dengan semangat Atma Kerthi dalam pembangunan kebudayaan Bali. Keduanya menempatkan manusia sebagai bagian utama dalam proses pemuliaan kehidupan melalui penguatan nilai budaya dan spiritual.

Pelaksanaan UDG XXXIII, lanjutnya, tidak hanya berorientasi pada kompetisi membaca sloka, melantunkan kakawin, atau menampilkan kemampuan seni vokal keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi upaya membangun generasi Bali yang memahami akar budayanya serta mampu menerapkan nilai dharma dalam kehidupan modern.

Kurator UDG XXXIII, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, menegaskan bahwa UDG merupakan bagian dari upaya penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali.

“UDG tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang pelestarian tradisi lisan sekaligus penguatan nilai agama, seni, sastra, dan karakter generasi muda,” jelasnya.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, yang memberikan perhatian terhadap berbagai bentuk warisan budaya seperti sloka, palawakya, gaguritan, kakawin, kidung, dan dharmawacana.

UDG XXXIII melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, remaja hingga dewasa, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Para peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga menjalani proses pembinaan untuk memahami makna dari dharmagita yang dibawakan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top