Festival ini bertujuan sebagai sarana promosi Desa Wisata Penglipuran, melestarikan seni budaya dan lingkungan, serta sebagai media rekreasi dan peningkatan kompetensi kepariwisataan masyarakat. Desa Wisata Penglipuran menerapkan sistem pariwisata berbasis masyarakat yang terbukti mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan peluang usaha. Dengan kunjungan mencapai 1.023.750 orang pada tahun 2024, serta predikat sebagai salah satu dari tiga desa terbersih di dunia dan penghargaan "One of The Best Tourism Villages in The World" dari UNWTO pada tahun 2023, Penglipuran terus mempertahankan eksistensinya. Kolaborasi pentahelix dan penyelenggaraan festival tahunan menjadi strategi berkelanjutan untuk menjaga popularitas dan tanggung jawab desa.
Bendesa Adat Penglipuran, Wayan Budiarta, dengan bangga menyampaikan bahwa Desa Penglipuran telah dikenal sebagai desa terbersih dan terbaik di dunia berkat komitmen masyarakatnya dalam menjaga lingkungan dan melestarikan budaya, dibuktikan dengan penghargaan Kalpataru Lestari. Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artan, menyoroti kemampuan Penglipuran dalam menghadapi isu-isu terkini, seperti masalah sampah, menjadikannya garda terdepan. Asisten 1 Setda Pemprov Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, berharap kegiatan ini terus dikembangkan demi manfaat semua pihak, sementara Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Event Kemenpar RI, Nova Arines, berharap festival ini menginspirasi destinasi pariwisata lainnya.
Wayan Sumiarsa mengundang seluruh wisatawan domestik dan internasional untuk datang dan merasakan langsung harmoni Desa Penglipuran, menjadi bagian dari upaya pelestarian seni, budaya, dan lingkungan, sekaligus mendukung pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. (M-001)










