Pihaknya pun senantiasa berinovasi mencari cara untuk membantu perguruan tinggi yang mungkin masih kesulitan untuk memahami pelaporan PDDIKTI. Sevima, lanjut Andry, mengusung konsep kolaborasi dengan perguruan tinggi. Dalam setahun, setidaknya digelar tiga kali pertemuan dengan tempat berbeda-beda.
"Kalau kali ini kita sepakat memilih Bali sekalian kita jalan-jalan. Itu sesuai kesepakatan. Seperti waktu ini kita sepakat di Yogyakarta," pungkas dia.
Banyaknya perguruan tinggi yang bertranformasi menjadi kamus digital, menurutnya, menjadi peluang dan tantangan tersendiri. Ini terjadi sejak pandemi Covid-19. Meski situasi sudah normal, namun kuliah dalam jaringan masih diminati.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UPMI Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Si., mengatakan, workshop ini merupakan implementasi kerja sama antara UPMI dengan Sevima. Hasil workshop ini, menurutnya sangat luar biasa memberikan tambahan wawasan bagi dosen/operator UPMI.

Rektor UPMI, Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum, memberikan sambutan.
Bak gayung bersambut, rektor meminta operator di kampus yang terkenal dengan sebutan Mahadewa University itu, agar benar-benar menyerap ilmu dari narasumber untuk mengejar ketertinggalan.
Setidaknya mempermudah pelaporan dalam "Siakad". Siakad adalah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk menangani proses pengeloaan data akademik dan data terkait lainnya, sehingga seluruh proses kegiatan akademik dapat terkelola menjadi informasi yang bermanfaat dalam pengelolaan manajemen perguruan tinggi, pengambilan keputusan serta pelaporan di lingkungan perguruan tinggi










