Metode pembelajaran juga harus berpusat pada mahasiswa atau Student Center Learning, metode pembelajaran yang dapat dilakukan adalah metode kelas partisipatif dan kolaboratif yaitu pembelajaran berbasis masalah (Cased Method) dan Pembelajaran berbasis projek (Team-Based Project).
Dalam pelaksanaanya, bentuk pembelajaran dapat dilaksanakan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdka (MBKM) yang merupakan pembelajaran di luar program studi dengan delapan program, diantaranya, Pertukaran Pelajar, Magang, Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, Riset, Studi Independen, Kewirausahaan, Kuliah Kerja Nyata, dan proyek Kemanusiaan
Dengan pembelajaran OBE maka mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan dan keahlian dalam proses pelaksanaan pendidikannya. Ia berharap, mahasiswa siap terjun ke dunia industri setelah mendapatkan bekal pendidikan yang cukup selama di perguruan tinggi.
Mengingat perubahan dunia yang sangat dinamis, UPMI secara rutin me-review kurikulum dengan melibatkan seluruh stakeholder, terutama dunia usaha dan industri sebagai pengguna lulusan. "Maksud kami agar tercipta ‘link and match’ antara ‘output’ dan kebutuhan pasar," jelasnya.
UPMI Bali, lanjut Prof. Suarta, senantiasa terbuka terhadap aspirasi dan inspirasi dari internal serta pihak eksternal. Sebab dalam mengelola perguruan tinggi, diperlukan kerja sama semua pihak yang bermuara pada kualitas lulusan.
Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, SH., MH., M.Pd., menyerahkan cinderamata kepada nara sumber Dr. Ir. Syamsul Arifin, MT.
Ia pun memuji kebijakan Mendikbudristek Nadiem Makarim tentang MBKM yang dilanjutkan dengan kebijakan Kampus Merdeka kemudian berimplikasi pada penyesuaian kurikulum yang tepat, terutama kurikulum yang mampu menjawab kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial-budaya, dunia kerja, dan kemajuan teknologi. Bagaimana kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan zaman.










