"Di Bali, mendekatkan diri mulai dari Desa, seka teruna teruni, PKK, semua kami rangkul. Juga lewat IT, karena calon para orangtua adalah milenial. Dengan semua bergerak, sehingga percepatan penanganan stunting di nasional bisa tercapai di tahun 2024 menjadi 14 persen. Ini sesuai harapan pak Presiden," ujar Sukardiasih.

Sementara itu Wakil Ketua Rektor I Undiksha, Dr. Gede Rasben Dantes yang ikut hadir membuka kegiatan sosialisasi tersebut menjelaskan, angka kasus stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen tergolong tinggi. Untuk itu, Undiksha harus berkontribusi menanggulangi kasus stunting baik di Buleleng, Bali dan Indonesia secara keseluruhan.
"Ini tidak saja pekerjaan BKKBN dan pemerintah tapi semua pihak. Kami di akademik juga harus bisa ikut berkontribusi, melalui pendidikan dan mengintegrasikan dengan pemahaman kepada anak didik, agar mereka mensosialisasikan minimal di lingkungan keluarganya," pungkas Dantes. (Gde)










