Program pemantauan status gizi dan berat badan para peserta didik di sekolah akan dilakukan rutin tiap bulan. Wiardani menegaskan, selama ini ada mindset yang keliru di masyarakat, bahwa gemuk identik dengan sehat dan kurus diidentikan dengan sakit.
“Pendapat yang keliru seperti itu harus diluruskan. Untuk mengetahui sehat atau tidaknya seseorang harus diuji dulu. Misalnya status gizinya,” kata Wiardani.
Kegiatan pengabmas tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Kepala SMPN 9 Denpasar Dra. Ni Wayan Raiyani, M.Pd. Kepala sekolah yang dikenal inovatif ini, sangat terbuka terhadap semua pihak yang ingin bekerja sama asalkan dengan tujuan membawa kebaikan kepada sekolah, apalagi di bidang kesehatan yang menjadi prioritas bersama.
Pihaknya ingin kerja sama tersebut berlanjut, dengan tema-tema yang menarik lainnya.










