“Untuk itulah melalui sekolah maka perlu dilakukan upaya yang terintegrasi untuk mencegah dan mengatasi obesitas pada anak dan remaja melalui edukasi gizi dan perbaikan perilaku makan sehat dan peningkatakan aktivitas fisik,” jelas Wiardani, didampingi angota pengabdi IGA. Ari Widarti , DCN. M. Kes., Made Diah Anggreni, Ni Luh Putu Yudhani Angelina Putri, Gusti Ayu Kadek Pramutia Dwi Iswari, Safni Fayza Azzura dan Ni Putu Diva Ardyan Mas Cahyani.
Ia melanjutkan, kebiasaan makan sehat pada remaja dapat diterapkan dalam bentuk konsumsi gizi seimbang yang dilakukan dalam bentuk makan bersama di sekolah setiap minggu sehingga mengurangi jajanan yang kurang sehat dan juga kelas memasak (cooking class).
Kelas memasak diikuti 45 peserta didik SMP N 9 Denpasar, baik yang mengalami kegemukan (obesitas) maupun status gizi normal yang berjumlah sekitar 45 orang.
Peserta diajarkan untuk mengenal berbagai jenis makanan dan snack melalui kelas memasak. Selain bertujuan untuk membantu siswa mengenal snack sehat di sekolah, latihan memasak ini juga bertujuan agar bisa diterapkan di rumah dan dalam kegiatan sehari-hari .

“Yang tidak kalah penting, cooking class juga membangun kebersamaan siswa untuk saling berbagi dan mengingatkan tentang bahaya obesitas pada remaja yang dapat mengarah pada penyakit tidak menular,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga memberdayakan siswa sebagai duta sekolah yang berperan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada teman sebaya.
Melalui kelas memasak, diharapkan siswa lebih memahami pentingnya makanan dengan gizi seimbang dan snak sehat yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuha, sehingga bisa terhindar dari obesitas.










