Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menilai capain sangat membanggakan bagi Unwar, sekaligus menjadi penanda bahwa proses akademik Unwar berjalan dengan baik yang mampu meningkatkan SDM, baik dari sisi akademik maupun jabatan.
Senada dengan rektor, dia berharap dosen lain segera menyusul agar mampu meraih jabatan akademik tertinggi. Pihaknya meyakini pada tahun 2023 ini akan ada tambahan-tambahan profesor baru di bidang ilmu lain.
"Prediksi saya, akan ada dua profesor baru pada akhir tahun 2023 nanti. Astungkara bisa kita wujudkan, sehingga tahun 2023 ada 22 Guru Besar," tandasnya.
Perwakilan LLDIKTI Wilayah VIII, I Nyoman Sudarma, S.Sos., MAP., dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan profesor bukan hanya penting dan berharga bagi Unwar, tapi juga bagi bangsa dan negara untuk mencerdaskan masyarakat, serta mendesiminasikan pikiran, ide, temuan dan inovasi untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni.
“Berdasarkan data PDDikti per 12 Juli 2023, terdata sebanyak 118 Lektor Kepala di Universitas Warmadewa. Dengan banyaknya Lektor Kepala yang kita miliki, artinya kita punya potensi untuk menambah Profesor dalam jumlah yang cukup besar," kata dia.
Prof. Yohanes, mengaku bersyukur akhirnya bisa meraih gelar tertinggi dalam dunia pendidikan tinggi. Ia pun mendorong dosen-dosen Unwar bisa mengikuti jejaknya untuk segera meraih gelar profesor.
Prof. Sara, mengatakan dengan dikukuh dirinya dan Prof. Yohanes sebagai Guru Besar Tetap di Unwar akan menjadi pemicu bagi dosen yang sudah memiliki gelar Doktor untuk mengikuti jejaknya menjadi seorang Guru Besar Tetap Unwar.










