Menurutnya, persoalan sampah di Bali, khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sudah berada pada level yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Volume sampah yang dihasilkan setiap hari sangat besar, sehingga penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.
“Perlu ada kontribusi dari semua pihak, termasuk masyarakat dan mahasiswa. Melalui KKN ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah dapat meningkat. Minimal, dari mahasiswa sendiri sudah tumbuh kesadaran bagaimana menangani dan memilah sampah yang mereka hasilkan,” ujarnya.
Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., menegaskan bahwa KKN-PMM Lingkungan Hidup ini memiliki tema yang sangat spesifik, yakni pengelolaan sampah berbasis sumber. Tema tersebut sejalan dengan kebijakan dan program strategis pemerintah dalam menanggulangi persoalan sampah secara berkelanjutan.
“Hari ini kita secara khusus menerjunkan 88 mahasiswa Warmadewa untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Warmadewa mendapat kepercayaan dan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia serta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali untuk berkolaborasi dalam upaya penanggulangan sampah,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagai institusi pendidikan swasta yang berwawasan ekowisata, Universitas Warmadewa menyambut baik pelaksanaan KKN tematik ini. Bahkan, upaya pengelolaan sampah berbasis sumber telah lebih dulu diterapkan di lingkungan kampus melalui pembangunan unit TPS3R sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan.










