“Melalui proyek ini, kami akan memperkuat organisasi petani, mempromosikan pertanian yang berorientasi pasar, dan mendukung penciptaan produk bernilai tambah serta perluasan saluran penjualan untuk memberdayakan petani dan meningkatkan mata pencaharian mereka,” tandasnya.
Diungkapkan, keberhasilan proyek ini akan mendorong kolaborasi dan kerjasama yang kuat. Dengan berkolaborasi dengan JICA, Pemerintah Provinsi Bali dan mitra di Universitas Dwijendra dan Universitas Warmadewa, lembaga pemerintah, dan masyarakat lokal, pihaknya dapat menerapkan wawasan akademis dan pendekatan praktis untuk berkontribusi pada SDGs.
Direktur Kantor JICA Indonesia, Sachiko Takeda mengatakan untuk menjawab berbagai tantangan yang ada, JICA telah mengembangkan “Proyek Kerjasama Teknis Grassroot”, sebuah instrumen kerjasama internasional yang didasarkan pada proposal dari LSM Jepang, pemerintah daerah, universitas, dan organisasi swasta yang ingin melakukan kerjasama internasional dengan memanfaatkan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman mereka. Proyek ini merupakan salah satu dari proyek tersebut.
“JICA akan mendukung proyek ini, yang bertujuan untuk berkontribusi pada penguatan organisasi petani, perbaikan kondisi penyimpanan beras, dan pengembangan saluran penjualan yang stabil, dengan memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman Universitas Waseda,” ujarnya.
Mewakili Rektor Unwar, Dekan FPST Unwar, Prof. Luh Suriati mengatakan Unwar sangat senang dan berterima kasih atas kesempatan ini untuk ikut serta mengambil peran dalam pembukaan proyek JICA Grassroots yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani melalui pendirian rantai makanan tang bersifat partisipatif. Dikatakan, proyek ini merupakan contoh nyata dari kerja sama internasional yang efektif dan berkelanjutan.










