Penyusunan buku ini dilakukan melalui proses wawancara, observasi lapangan, serta penelusuran sejarah yang berkembang di masyarakat, termasuk keberadaan sebelas pancoran yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.
Melalui pendekatan ini, PkM Unmas Denpasar tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian budaya, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan berbasis nilai-nilai lokal. Integrasi antara dokumentasi digital, edukasi komunikasi, dan penyusunan literasi menjadi kekuatan utama dalam program ini.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 11 April 2026 nanti, diharapkan seluruh output yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Keramas.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pelestarian budaya dan lingkungan, sekaligus memberdayakan generasi muda sebagai agen perubahan di masa depan. (rel)










