Video profil ini diharapkan dapat menjadi media edukasi sekaligus promosi digital yang memperkenalkan Pura Pancoran Selukat kepada masyarakat luas, baik secara lokal maupun global.
Tidak hanya fokus pada dokumentasi, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan public speaking yang melibatkan peserta dari kalangan Sekaa Teruna Teruni (STT) serta pengempon Pura Pancoran Selukat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi, baik dalam konteks adat, budaya, maupun lingkungan.
Materi pelatihan meliputi teknik dasar berbicara di depan umum, penguasaan diri, serta praktik langsung melalui simulasi presentasi. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.
Ketua STT Dwara Dyaksa Banjar Lodpeken, A.A Gde Iswara Satwika Pemayun, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. Menurut Agung Satwika pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya generasi muda.
"Kami jadi lebih percaya diri untuk berbicara di depan umum dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata Agung Satwika.
Sementara itu, salah satu anggota tim pengabdian juga menyampaikan harapannya agar program ini memberikan dampak berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai program sementara, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat, baik dalam bentuk video profil maupun peningkatan kapasitas komunikasi,” ungkapnya.
Program lainnya yang tak kalah penting adalah pendampingan penyusunan buku profil trilingual Pura Pancoran Selukat. Buku ini disusun dalam tiga bahasa (Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris)untuk memperluas jangkauan informasi, memuat sejarah pura, fungsi, nilai spiritual, serta potensi lingkungan yang dimiliki.










