Atas nama Perdiknas, ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi 12 orang, khususnya dua orang karyawati yang memasuki masa pensiun.
"Kami selaku pimpinan tentu tidak mengenal satu per satu karyawan yang jumlahnya ratusan. Tapi kebijakan yang kami buat pasti berkeadilan dan mengenal semua sesuai prestasi dan dedikasi mereka," pungkasnya.
Sagung Arsiani, mengaku merasakan betul dampak positif dari kebijakan pimpinan Undiknas dan Perdiknas selama 38 tahun mengabdi. Bahkan ia dan tiga anaknya berkesempatan mengenyam pendidikan sarjana gratis di Undiknas.
Sagung Arsiani memulai karir sejak 1987, mulai dari bagian percetakan, keuangan unit Undiknas dan pegawai perpustakaan hingga akhir karirnya. "Saya bersyukur karena berkat bekerja di Perdiknas saya bisa menggapai sarjana dan tiga anak saya juga, bahkan gratis dari sejak SMP. Semua ditanggung," kenang Sagung Arsiani.
Senada, Wayan Arniati tak bisa melupakan kenangan selama bergabung dengan Perdiknas sejak tahun 2000. Meski bertugas sebagai cleaning service, dirinya merasa bangga karena mendapatkan perlakuan yang sama dari pimpinan.
Kesetiaannya diuji ketika beberapa tahun tidak diangkat menjadi karyawati tetap. "Saya lama bersatus pegawai kontrak. Tapi akhirnya diangkat. Saya sabar karena nyaman, pimpinan juga baik," kata Arniati.
Arniati alias Bu Desi dan rekannya merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas kebersihan di Undiknas dan Sekolah Pascasarjana. Pukul 06.30 WITA, tim cleaning service sudah bertugas memastikan kebersihan areal kampus demi kenyamanan sivitas akademika.










