Ia menambahkan, raihan satu medali emas cabang esports pada Porprov Bali 2025 menjadi modal untuk meningkatkan prestasi pada Porprov Bali 2027. Terlebih, Buleleng akan menjadi tuan rumah sehingga persiapan atlet harus dilakukan lebih awal.
“Kami ingin meningkatkan capaian prestasi. Karena itu pembinaan harus dimulai dari sekarang dan salah satunya melalui turnamen-turnamen seperti ini,”jelasnya.
Ketua KONI Kabupaten Buleleng yang juga Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, turut hadir memantau jalannya pertandingan. Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai 85 orang dari 17 tim menjadi gambaran bahwa esports semakin diminati generasi muda di Buleleng.
“Saya melihat perkembangan esports di Buleleng cukup baik. Atlet-atlet yang tampil juga memiliki kemampuan yang bagus sehingga perlu terus difasilitasi melalui kompetisi yang berkelanjutan," ujarnya.
Ia menilai kehadiran turnamen lokal menjadi wadah penting dalam menemukan bibit atlet yang nantinya dapat memperkuat kontingen Buleleng pada Porprov Bali 2027.
“Semakin sering kompetisi digelar, semakin banyak pula atlet potensial yang bisa kita temukan. Ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Porprov nanti," katanya.
Gede Supriatna menambahkan, sebagai tuan rumah Porprov Bali 2027, Buleleng menargetkan peningkatan prestasi di berbagai cabang olahraga, termasuk esports. Namun, menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan juga menjadi target yang sama pentingnya.
“Harapannya Buleleng tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu meningkatkan prestasi atlet di berbagai cabang olahraga," tegasnya.










