
Oleh : Dayinta Grahitanindya
DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Apakah anda pernah mendengar atau malah mungkin merasakan tuli mendadak? Jika belum, ini saatnya anda membaca mengenai hal tersebut melalui artikel ini agar tidak menyesal di kemudian hari. Tuli mendadak atau “sudden deafness” merupakan penurunan pendengaran berat yang terjadi secara langsung atau bertahap dalam waktu kurang dari 72 jam dan biasanya terjadi pada salah satu sisi telinga. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan yang apabila tidak ditatalaksana dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan kondisi tuli permanen.
Seseorang yang mengalami tuli mendadak biasanya baru menyadari kondisi tersebut saat pertama kali bangun di pagi hari atau saat menggunakan sisi telinga yang terkena untuk menelpon. Meski terjadi secara mendadak, kondisi ini kadang diawali oleh terdengarnya bunyi ‘peringatan’ keras, seperti dengung, yang diikuti oleh ketulian mendadak. Tidak jarang juga seseorang dengan tuli mendadak merasakan keluhan lain, seperti pusing (terutama pusing berputar), rasa penuh pada telinga, atau mendengar suara berdengung.
Lalu, kondisi apakah yang dapat mencetuskan kondisi tidak menyenangkan tersebut? Banyak penelitian yang mengemukakan berbagai penyebab tuli mendadak. Penyebab tersebut di antaranya adalah infeksi, autoimun, kondisi terkait aliran darah, tumor, atau trauma yang dikaitkan dengan kerusakan saraf pendengaran sehingga menghasilkan kondisi tuli sensorineural (tuli akibat gangguan saraf pendengaran). Namun, berdasarkan sebuah penelitian meta-analisis, penyebab tuli mendadak pada sebagian besar penderita belum diketahui secara pasti sehingga dimasukkan ke dalam kelompok “idiopatik” (sebab tidak jelas atau tidak diketahui).










