Tuberkulosis Bisa Disembuhkan, Akademisi Minta Setop Stigma Negatif terhadap Penderita TBC

ACHJARRRR

Dalam kasus yang mereka dampingi, rata-rata pasien rutin mengonsumsi obat selama enam bulan. Setelah itu kembali normal. Di sini sangat dibutuhkan dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat dengan cara menyetop stigma negatif pada penderita.

Henny Achjar mengingatkan, bahwa TBC ditularkan melalui droplet”. Data WHO menyebut 1,5 juta nyawa melayang akibat TB tahun 2020. Meski nyawa yang bisa diselamatkan jauh lebih banyak dari itu. Uniknya, TB akhir-akhir ini terjadi pada kalangan masyarakat menengah ke atas.

“Kalau dulu kan dominan masyarakat ekonomi menengah ke bawah karena mereka kurang asupan makanan tinggi kalori tinggi protein dengan lingkungan rumah yang kurang higienes dan berisiko menularkan TBC,” jelasnya.

Kesuksesan timnya mengendalikan kasus TBC sebelumnya, menurut Henny Achjar, tidak terlepas dari semangat kelompok swabantu TBC (self help group)  yang dibentuk berdasarkan SK Kepala Puskesmas Kuta utara serta dukungankeluarga penderita. Pihaknya juga sempat memodifikasi kamar penderita TBC agar sirkulasi, pencahayaan lingkungan membantu risiko penularan.

Penderita TBC memerlukan kamar tidur khusus dengan sirkulasi udara dan cahaya matahari yang bagus. Demikian pula tempat meludah (pembuangan sputum) perlu diajarkan kepada keluarga TBC, selain penggunaan masker tetap dianjurkan, terutama saat batuk dan bersin, karena penularan dapat terjadi saat penderita TBC tidak menggunakaan masker.

Pada kesempatan yang sama,  Ketua kelompok Swabantu TBC, Endang Wahyu mengaku saat ini telah sembuh total dan lepas dari obat-obatan setelah sembilan bulan rutin mengikuti anjuran petugas rumah sakit dan dosen Poltekkes Denpasar. Berat badannya yang menurun hingga 13 kg, kini kembali seperti semula.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top