Ditambahkannya, untuk perkembangan bulan Mei 2020 ada beberapa hari libur sehingga terlihat penurunannya pendapatan sangat ekstrim, bahkan perolehan PKB nya hanya sampai Rp4 milyar sedangkan BBN 1 hanya memghasilkan dibawah Rp1 milyar perharinya. Hal ini disebabkan tidak adanya lagi pembelian kendaraan baru, bahkan pihaknya sampai mendapatkan surat dari Gaikindo (Gabungan industri otomotif mobil) dimana mereka menjelaskan terjadi penurunan proyeksi penjualan kendaraan baru sampai 40%. Begitu juga dengan ISI (Ikatan Sepeda Motor Indonesia) mengalami penurunan penjualan hingga 40 persen. Artinya ketika menghitung proyeksi pendapatan sangat dilema akibat adanya pandemic Covid-19.
"Kalau kita lihat ada indikator penurunan daya beli masyarakat akibat imbas dari Covid-19, sehingga kami membuat pertimbangan akan menghitung proyeksi pendapatan secara real time hingga akhir tahun 2020. Sehingga saya memakai perhitungan data harian, tidak seperti kemarin menggunakan triwulan akibat dari pendapatan fluktuasi yang sangat ekstrim," pungkasnya. (kdp).










