DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Ditengah pandemic Covid-19 di Bali, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Prov Bali pada triwulan I, 2020 berhasil melampaui targetnya hingga 20 persen. Kepala Badan Dinas Pendapatan Provinsi Bali, I Made Santha menjelaskan, dengan ditargetkannya pada Triwulan I sebesar Rp3,7 triliun lebih bisa terlampui, ini disebabkan respon masyarakat dalam membayar pajak kendaraannya cukup tinggi di bulan Januari dan Februari.
Ditegaskannya, awal Januari dan Februari yang lebih mendominasi adalah pajak tahunan regular dan pajak BNKB (Biaya Balik Nama Kendaraan Baru). "Ditriwulan I Januari sampai Maret saya melihat lebih menjajikan, karena inden kendaraan baru ditahun 2019 masih ada terutama pada bulan November Desember, dan di bulan Januari, Februari 2020 lah realisasinya terjadi," kata Santha Kamis (28/5/2020).
Santha mengakui, ketika pandemic Covid-19 menghantam Bali pada 10 Maret 2020 Dispenda Provinsi Bali mengalami penurunan yang cukup drastis, baik itu pajak kendaraan baru maupun tahunan. Bahkan, pada bulan April 2020 terlihat penjualan kendaraan baru terjadi penurunan hampir 60 persen, imbasnya PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) regulernya mengalami penurunan yang rata-ratanya perharinya hanya mencapai Rp4,2 milyar saja, sangat mencolok perbedaan pada Januari yang perharinya bisa mencapai Rp6,5 milyar.
"Memasuki triwulan II kami sudah mengalami penurunan pajak regulernya, bahkan BBNKB nya di bulan April hanya mencapai Rp2,5 milyar beda sekali pada bulan Januari yang mencapai Rp5,5 milyar," ungkapnya.










