”Sumbernya dari mana? Nah ini yang belum bisa terjawab. Karena transmisi lokal itu, setiap orang punya peran bisa menjadi OTG atau pembawa, tetapi statusnya tak bergejala. kan bisa saja menjadi carier. kalau yang bersangkutan bertemu dengan siapa saja, nah ini yang kami tracing,” terangnya.
Kasus transmisi lokal yang kembali terjadi ini membuat Gugus Tugas sebut Suyasa belum memikirkan skema penerapan new normal atau kondisi normal yang baru. Sebab, masih berhadapan dengan pasien tekonfirmasi positif. Sehingga harus memberlakukan pola seperti sekarang.”New normal ini tergantung kebijakan Nasional maupun Provinsi. Evaluasi akan dilihat, darimana bisanya. Apakah Buleleng bisa berjalan kapan? pasti kami ikuti. Jadi Buleleng karena kasus transmisi lokal maka harus konsentrasi dulu,” bebernya. Suyasa menambahkan, hingga Minggu (24/5/2020) sore tercatat sebanyak 20 orang pasien terkonfirmasi positif yang sedang menjalani perawatan. Rinciannya di RS Pratama Giri Emas sebanyak 15 orang dan yang dirujuk ke RSUP Sanglah sebanyak 5 orang.
”Jadi kasus transmisi lokal masih terjadi. Ini masih menjadi perhatian serius. Mohon selalu mengutamakan kedisiplinan, ikuti himbauan pemerintah pusat provinsi dan kabupaten. Jangan coba-coba dicari kelemahannya, hanya untuk memenuhi hasrat kepentingan diri sendiri. oleh karena itu, kami sampaikan agar masyarakat bisa disiplin,”tegasnya. (ags).










