Ia menjelaskan proses penggarapan dilakukan sekitar empat bulan untuk menyusun struktur dramatik, koreografi, hingga penyelarasan setiap adegan dengan karakter topeng. Menurutnya, Badung memiliki kekayaan seni yang sangat beragam, mulai dari topeng, wayang, hingga gambuh, yang harus terus dijaga dan menjadi inspirasi lahirnya karya-karya baru.
Sejalan dengan tema PKB 2026, Atma Kerthi, Topeng Suluh menjadi refleksi pemuliaan jiwa melalui pengabdian, ketulusan, dan kecintaan terhadap seni budaya. Pementasan ini sekaligus mengajak generasi muda untuk melanjutkan estafet pelestarian seni tradisi dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan sebagai pewaris budaya Bali.
Selain Topeng Suluh, Duta Kabupaten Badung juga mempersembahkan Tabuh Kreasi Pepanggulan "Arutala" garapan I Made Pande Yoga Pranata. Karya ini menggambarkan sosok yang menjadi cahaya bagi sekitarnya, penuh empati, namun tetap tegar menghadapi pergulatan hidup.
"Arutala" dipersembahkan sebagai ungkapan terima kasih kepada para guru yang dengan tulus membentuk karakter dan jati diri generasi muda. Melalui komposisi tabuh kreasi pepanggulan, karya ini menyampaikan pesan bahwa makna kehidupan bukan hanya menjadi terang bagi diri sendiri, tetapi juga mampu menerangi orang lain.W-004










