Di sela-sela pameran kepada wartawan Kabul mengutarakan pameran lukisannya digelar atas dasar kegelisahannya dalam berkarya untuk menghasilkan visualisasi eksotis dari inspirasi dan eksplorasinya selama ini. Semua gagasan menurutnya menarasikan riak kehidupan dan menuangkannya di atas kanvas. Semua berawal dan tercipta dari lekukan dan tarian garis (Line Dance).
"Melukis bagi saya adalah berkarya dan selalu berkarya. Menggores garis dan mengikuti iramanya hingga melewati batas imajinasi. Dari garis terbentuk gagasan dan mengeksplorasinya sebagai elemen yang dominan. Lukisan figuratif kontemporer yang akan saya tampilkan kali ini jumlahnya sekitar 15 buah. Saya berkeinginan kuat mengambil lokasi di Tabanan karena supaya pernah berpameran di tanah kelahiran. Sebelumnya saya sudah sering berpameran di berbagai tempat dan event di luar", ungkapnya. (kdp).










