Acara ini menurut Panji Astika, figur yang digadang-gadang sebagai calon Bupati Tabanan pada Pilkada 2020 tersebut sejalan dengan visi Ngardi Loka Hita Tabanan. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan sebuah cita-cita dunia yang harmonis, bahagia, sejahtera, yang dicapai melalui karma dharma dan implementasi hubungan harmonis antara Tuhan, Manusia dan Alam.
"Loka Hita berasal dari dua kata secara leksikal yakni Loka dan Hita. Loka berarti tempat, dunia, jagat baik itu melingkupi makro dan mikro, sementara Hita dalam bahasa Sansekerta berarti keharmonisan, kebahagiaan, keselarasan. Kata “Hita” juga diadopsi dalam satu mantra Tri Sandya yakni sarvapràni hitankara, keharmonisan, perlindungan semua makhluk di dunia. Istilah Loka Hita diadopsi dan diadaptasi sebagai sebuah akronim, menjadi bermakna Satu Loka, Satu Cita, Mewujudkan Tabanan yang Anandam (Kebahagiaan Sejati)", papar Tokoh Budaya Tabanan ini bersemangat.
Ketua Umum Pelestari Budaya Tabanan (FPBT) ini kembali menegaskan untuk meneruskan tradisi yang telah lama terjalin tersebut Puri Anom Tabanan kini bekerjasama dengan perupa Bali menggelar sebuah projek pameran berjudul “LINE DANCE” (Perupa Mengintepretasi Cultural Heritage).
"Sekarang kami mengundang dan memfasilitasi pelukis muda berbakat seperti sosok Kabul menggelar pameran lukisan tunggal di sini. Demi mendukung projek ini, pihak penyelenggara secara proaktif menjalin kerjasama dengan pelaku pariwisata Bali, asosiasi pariwisata, biro perjalanan (travel agent) dan pihak-pihak terkait. Guna menjadikan projek ini sebagai sebuah destinasi alternatif bagi model pengembangan pariwisata yang berbasis nilai budaya," ungkapnya.










