“Anak-anak menabung sampah bersama keluarganya. Mereka memilah sampah dari rumah, kemudian sampah yang sudah dipilah ditabung di bank sampah,” jelasnya.
Sementara sampah organik diolah di lingkungan sekolah melalui tebe modern, komposter, lubang biopori, serta pengembangan eco enzyme. Para siswa juga dilibatkan sebagai Gema Pelita Ranger yang membantu proses penimbangan sekaligus mengedukasi teman-temannya.
Dede menambahkan, edukasi pengelolaan sampah dilakukan secara rutin, termasuk melalui kegiatan sekolah dan layanan penimbangan sampah yang dilaksanakan secara berkala. “Kami juga melakukan edukasi setiap pagi. Pada saat purnama dan tilem, kami melaksanakan kegiatan Bank Sampah Gema Pelita,” pungkasnya. (Car)










