Tiga Hari Berturut-turut Tidak Ada  Penambahan Kasus Positif Covid-19  Lagi, 3 Pasien Sembuh

11 Views

DENPASAR – fajarbali.com | Kabar baik berhembus di tengah penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Perkembangan kasus Covid-19 di Ibukota Provinsi Bali ini menunjukan trend yang membaik. Pada Minggu (10/5/2020) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19. 

 

 

Kabar baik ini juga dibarengi dengan sembuhnya 3 orang pasien Covid-19.  2 orang berdomisili di Desa Sanur Kauh dan seorang lagi berdomisili di Kelurahan Sumerta. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai, Minggu (10/5/2020) menjelaskan, secara akumulatif sampai saat ini kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 57 orang. Rincianya 46 orang sudah sembuh, 2 orang meninggal dunia, dan 9 orang masih dalam perawatan. 

Dari hasil pelacakan tim surveilence sampai saat  ini di Kota Denpasar juga tidak ada penambahan status OTG, ODP dan PDP,  sehingga secara akumulatif sampai saat ini terdapat status Orang Tanpa Gejala  339 kasus, Orang Dalam Pemantauan 264 kasus dan Pasien Dalam Pengawasan 26 kasus. “Meski dalam 3 hari terakhir di Kota Denpasar tidak ada penambahan kasus positif baru, demikian juga tingkat kesembuhan pasien semakin meningkat, jangan justru hal ini membuat lengah, tetapi harus tetap waspada dan disiplin mengikuti anjuran pemerintah, kurangi aktivitas diluar rumah, wajib pakai masker dan selalu menjaga kesehatan fisik agar imun tubuh tetap terjaga,” ungkap Dewa Rai.

Walaupun kasus covid mulai melandai, lanjutnya,  Pemkot Denpasar tetap meningkatkan kewaspadaan dan akan segera menerapkan Peraturan Walikota Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).  “Kami harus tetap tingkatkan kewaspadaan karena mobilitas dan ativitas masyarakat masih tinggi. Lebih baik kita ketatkan dulu  sementara, sehingga benar benar bebas kasus covid, karena kami tidak ingin ada muncul serangan gelombang kedua, yang justru akan membuat keadaan semakin sulit,” tandas Dewa Rai, semnari menambahkan keberadaan Orang Tanpa Gejala (OTG) ini yang mesti diwaspadai karena berpotensi sebagai carier atau pembawa virus. “Oleh karena itu perlu kedisiplinan dan kesadaran semua pihak untuk bersama sama bergotong royong memutus rantai penyebaran covid-19,” pungkas Dewa Rai.  (Car)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Buleleng Kembali Kedatangan PMI Di Swab Pada Hari ke-3 dan ke-5 Selama Karantina

Ming Mei 10 , 2020
11 ViewsSINGARAJA – fajarbali.com | Sebanyak 31 PMI asal Buleleng yang datang melalui jalur darat dengan menggunakan bus diturunkan di Pelabuhan Gilimanuk. Nantinya ke 31 PMI tersebut akan di swab pada hari ke-3 dan ke-5 ketika menjalani masa karantina lanjutan selama 7 hari. Sampai di Pelabuhan Gilimanuk, PMI dijemput oleh Tim Gugus […]