Tiba di Puspem Badung, Ogoh-ogoh Zona 7 Tempuh 12 Jam Perjalanan

1000565368
Ogoh-ogoh karya ST Bhuana Kusuma nampak sudah dipajang di areal Balai Budaya Giri Nata Mandala

MANGUPURA-Fajarbali.com | Ogoh-ogoh dari Kecamatan Kuta Selatan (Zona 7), Selasa (3/3) pagi tiba di area Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung untuk Badung Caka Fest 2026. Tiga ogoh-ogoh yang disebut-sebut dari zona neraka tersebut harus menempuh sekitar 12 jam dan diguyur hujan deras untuk sampai di Puspem Badung. 

Tiga ogoh-ogoh tersebut yakni karya, ST Bhakti Darma, Desa Pecatu, ST Bhuana Kusuma, Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, dan ST Astiti Yoga Sentana, Desa Adat Kampial, Kelurahan Benoa. 

Ketua ST Bhuana Kusuma, I Wayan Ananda Pranata Kusuma mengatakan, proses pemindahan ogoh-ogoh dari banjar dilakukan mulai pukul 20.00 Wita. Kemudian, berangkat bersama dua sekaa teruna lainnya sekitar pukul 21.00 Wita. Proses pemindahan ogoh-ogoh ke atas towing pun sempat mengalami sedikit kendala, lantaran bambu penyangga patah. Perjalanan ke Puspem pun diakui tidak mudah lantaran harus menempuh sekitar 12 jam untuk sampai venue. “Apalagi pagi jam 6 sudah mulai padat karena hari kerja. Tadi kita sampai disini (Puspem Badung) jam setengah 8, sampai dengan selamat,” ujar Ananda.

 

Namun, Pranata Kusuma menyebut, sejumlah kendala dihadapi saat di perjalanan seperti ranting pohon perindang dan kabel yang menggantung terlalu rendah. Ranting pohon perindang pun dipotong sendiri oleh sekaa teruna di Jalan Imam Bonjol. “Akhirnya kabel masih kena di ogoh-ogohnya. Sampai kemudian ogoh-ogohnya patah di tangan karena kena kabel kemarin. Terus juga tadi sempat ada kendala juga terkait sama ranting pohon perindang,” ungkapnya.

 

Dalam proses pengiriman ogoh-ogoh ini, sekaa teruna dibantu oleh seluruh krama Banjar Peken, Pecalang, Camat Kuta selatan, Satpol PP, dan pihak kepolisian. Untuk anggaran yang digunakan, dalam perhitungan semementara sebesar Rp 5 juta. “Sewa towingnya kita Rp 2 juta untuk ke sini aja. Dan juga makan, minum, dan juga peralatan yang lainnya,” terangnya.

BACA JUGA:  Truk Molen Terjungkal, Sopir Merenggang Nyawa

 

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, ogoh-ogoh ini dibuat dengan biaya yang sekitar Rp 296 juta yang berasal dari dana bantuan Pemkab Badung, penjualan baju, dan sumbangan lainnya. “Ini terakhir kita hitung per tanggal 21 Februari, Rp 201 juta masuk kas sudah habis. Dan juga ada beberapa barang yang belum dibayar sebesar Rp 95 juta. Jadinya totalnya Rp 296 juta,” terannya.W-004

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top