Terkait Penolakan Cawapres Sandiaga Uno, Bendesa Adat Dipanggil Bawaslu

Terlebih informasi mengenai rencana kedatangan Sandiaga Uno hanya diterimanya via telepon alias tidak mendapatkan surat pemberitahuan. Jadi hanya tim yang menelepon dirinya dan menyampaikan bahwa Sandiaga Uno akan melakukan kunjungan. “Apalagi kami di Desa Pekraman ada banyak kesibukan pekerjaan adat yang harus kami selesaikan, kalau lain hari ketika masyarakat kami sudah siap pasti kami tidak akan mempermasalahkan,” paparnya.

Maka dari itu, pihaknya pun membuat surat pernyataan yang dibuat sesuai dengan hasil kesepakatan krama Desa Pekraman Pagi. Meskipun dengan terang-terangan menyatakan bahwa telah sepakat memberikan dukungan kepada Caleg dan Capres dari PDIP, menurut Yastera hal itu hanya sebuah kejujuran dari Desa Pekraman tanpa ada tekanan, paksaan atau intimidasi dari pihak manapun.

“Mungkin kami salah membahasakan, tetapi tidak ada maksud apa-apa, hanya alasan kejujuran karena belum siap dan tidak ada paksaan dan tekanan dari manapun. Itu memang murni kesepakatan saat ada kegiatan adat kebetulan warga sempat berkumpul,” imbuhnya.

Ia pun tak menamfik jika dukungan terhadap Caleg dan Capres dari PDIP diberikan untuk menunjang pembangunan di Desa Pekraman Pagi, khususnya rencana pembangunan Balai Serbaguna. “Memang kami dijembatani partai tersebut karena ingin membuat Balai Serbaguna, tetapi tidak ada Caleg yang berjanji kemudian mengharuskan kami begini atau begitu,” pungkasnya. (kdk)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top