TABANAN-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Terkait penolakan kedatangan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno ke subak Ganggangan yang ada di wilayah Banjar Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, pada hari Kamis (21/2/2019) lalu, berbuntut pajang.
Banwaslu Kabupaten Tabanan memanggil pihak Bendesa Adat Desa Pekraman Pagi I Wayan Yastera dari pukul 09:00 wita .di ruang rapat kantor Camat Penebel lantai II.
Ketua Bawaslu Tabanan, I Made Rumada menjelaskan bahwa, pihaknya telah memanggil Bendesa Adat Desa Pekraman Pagi, Kelian Adat Banjar Pagi dan Kelian Dinas Banjar Pagi untuk dimintai klarifikasi mengenai surat tersebut. Dimana selanjutnya hasil klarifikasi akan dibahas dan dikaji oleh tim dari Bawaslu Tabanan.
“Jadi saat ini kita masih dalam tahap mengumpulkan klarifikasi yang akan dijadikan dasar untuk mengkaji dan membahas tentang surat tersebut, apakah ada unsur pelanggarannya atau tidak,” jelasnya.
Dan dari hasil klarifikasi sementara, didapatkan informasi bahwa sejatinya yang terjadi bukanlah penolakan namun masyarakat Desa Pekraman Pagi belum siap menerima kedatangan Sandiaga Uno. Terlebih tidak ada surat pemberitahuan dari yang bersangkutan atau tim suksesnya dan tidak ada undangan dari masyarakat setempat. “Sehingga menurut Bendesa Adat masyarakat merasa kaget karena mendadak ada rencana kedatangan Cawapres Nomor Urut 02 itu,” lanjutnya.
Padahal kata Rumada sejatinya seluruh warga masyarakat harus memberikan kesempatan yang sama kepada peserta pemilu. Dan Bendesa Adat mengaku tidak paham akan aturan yang berlaku. Dan mengenai surat pernyataan tersebut, Bendesa Adat mengatakan jika itu sudah sesui dengan kesepakatan krama Desa Pekraman Pagi. “Namun untuk memastikannya kita akan memanggil beberapa orang warga Desa Pekraman Pagi untuk kita mintai klarifikasinya,” imbuh Rumada.










