Taman Budaya Bali Bersolek, Kesiapan Infrastruktur Menuju PKB 2026 Capai 90 Persen

UPTD-Taman-Budaya-Bali-matangkan-persiapan-jelang-Pesta-Kesenian-Bali-2026
UPTD Taman Budaya Bali matangkan persiapan jelang Pesta Kesenian Bali 2026.

DENPASAR-fajarbali.com | UPTD Taman Budaya Provinsi Bali semakin mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII yang akan digelar pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026. Ajang seni budaya tahunan terbesar di Pulau Dewata ini dipastikan siap menyambut kehadiran ribuan seniman serta pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Pada gelaran ke-48 tahun ini, PKB mengusung tema mendalam, yaitu ‘Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha’ yang bermakna Memuliakan Jiwa Paripurna.

Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, I Wayan Mardika Bhuwana, mengungkapkan bahwa seluruh panggung pertunjukan dipastikan siap difungsikan secara maksimal selama pelaksanaan pesta seni. Perbaikan berkala dilakukan pada sejumlah sarana dan prasarana utama untuk mendukung kelancaran acara. Area pementasan penting seperti Kalangan Angsoka, Kalangan Ratna Kanda, dan Kalangan Ayodya kini telah selesai dibenahi guna memberikan performa terbaik bagi para seniman.

Selain area pertunjukan, kenyamanan pengunjung juga menjadi prioritas utama panitia melalui renovasi besar-besaran pada fasilitas umum, khususnya toilet. Infrastruktur sanitasi di bawah Gedung Ksirarnawa dan Gedung Ardha Candra kini telah rampung diperbaiki dan diperbarui. Langkah antisipasi ini diambil mengingat tingginya volume penonton yang selalu memadati kawasan Taman Budaya setiap tahunnya.

"Persiapan Taman Budaya Bali dalam menyambut gelaran Pesta Kesenian Bali 2026 sudah mencapai 90 persen. Toilet di bawah Ksirarnawa itu semua baru, dan juga di bawah panggung Ardha Candra kita sudah bersihkan dan beberapa kita ganti fasilitasnya. Ada beberapa yang rusak klosetnya sudah kita ganti dan terkait juga dengan fasilitas panggung kita sudah ada perbaikan-perbaikan," ujar Mardika Bhuwana saat ditemui, Rabu (10/6).

Ada yang berbeda pada sektor ekonomi kreatif tahun ini, khususnya bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Panitia menerapkan sistem rotasi berkala untuk stan kuliner guna memberikan kesempatan yang merata bagi para pedagang lokal. Sebanyak 37 stan kuliner akan dihadirkan pada dua minggu pertama, kemudian digantikan oleh 37 stan kuliner baru pada dua minggu berikutnya hingga akhir festival.

BACA JUGA:  Lomba Menulis Aksara Bali Sedot Perhatian Murid Luar Negeri, Berikutnya Yayasan PSCB Naikkan Level Kompetisi

"Untuk stan kuliner berjumlah 37 per dua minggu. Jadi setiap dua minggu sekali diganti, tidak seperti tahun lalu. Ini untuk memberikan pengalaman juga terhadap kuliner-kuliner yang belum berkesempatan ada di PKB," jelas Mardika Bhuwana terkait strategi baru pemberdayaan UMKM tersebut.

Aspek kebersihan dan pengelolaan lingkungan juga mendapat perhatian yang sangat ketat pada regulasi PKB XLVIII. Panitia berkomitmen menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber demi menjaga estetika kawasan Taman Budaya. Seluruh pelaku usaha kuliner yang terlibat bahkan telah menandatangani kesepakatan resmi untuk bertanggung jawab penuh atas sampah yang mereka hasilkan selama acara berlangsung.

Demi meminimalisir volume sampah plastik sekali pakai, pihak pengelola mengeluarkan imbauan tegas kepada para pengunjung yang akan datang. Masyarakat diharapkan dapat mengutamakan konsumsi produk kuliner yang tersedia di dalam area festival. Jika pengunjung terpaksa membawa bekal pribadi, mereka diwajibkan menggunakan wadah yang ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali.

"Kami dari Taman Budaya mengharap atau menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membawa makanan dan minuman dari luar karena kita di sini sudah menyediakan kuliner. Sebagai pengunjung yang mau makan dari luar Taman Budaya silahkan selesaikan makanan dulu. Kalaupun memang ingin membawa makanan, silakan membawa tumbler untuk minuman dan membawa box makanan," tegasnya.

Guna memastikan regulasi ini berjalan tertib, pengawasan ketat akan dilakukan di seluruh pintu masuk, termasuk akses dari ISI Bali dan Banjar Kedaton. Panitia menyiagakan personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP serta Pecalang dari Banjar Kedaton dan Banjar Abian Kapas Tengah. Tidak hanya menjaga keamanan, pihak Taman Budaya juga berkolaborasi dengan komunitas peduli lingkungan untuk memberikan edukasi langsung kepada pengunjung mengenai pentingnya memilah sampah.

BACA JUGA:  Apakah Arja Lolos dari "Kematian"? Simak Pendapat Para Pakar

Mengenai aksesibilitas dan kelancaran lalu lintas, panitia telah mengatur skema kantong parkir secara spesifik. Parkir di depan pintu masuk Taman Budaya akan ditutup untuk umum dan diprioritaskan khusus bagi pengisi acara serta pihak yang terlibat langsung. Sementara itu, bagi masyarakat umum yang datang sebagai pengunjung, dapat memanfaatkan kantong parkir yang tersebar di area Banjar Kedaton, Banjar Bengkel, Banjar Abian Kapas Tengah, dan kampus ISI Bali. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top