Alasannya terjun ke dunia politik, apalagi sampai terpilih menduduki salah satu kursi dewan, bertujuan agar bisa membantu orang lebih banyak lagi dengan kebijakan-kebijakan politik.
Bertarung di kontestasi pemilihan legislatif (pileg) bukan barang baru baginya. Meski belum berhasil di pileg sebelumnya, ia mengaku tidak kapok, sebab ia tidak menggunakan uang sebagai alat kampanye.
"Modalnya ketulusan. Rasa 'menyama braya' sehingga meskipun belum terpilih enggak ada beban. Malah termotivasi lagi membantu sesama," ujarnya.
Bantuan yang ia tawarkan ketika terpilih nantinya tidak muluk-muluk. Misalnya infrastruktur jalan. Dengan cara seperti ini, banyak yang terbantu dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
"Kita harus benar-benar tahu apa kebutuhan masyarakat. Contohnya jalan. Jika jalan sudah bagus, maka akses perekonomian pasti meningkat. Ada petani panen, jalannya bagus jadi mudah bertemu pembeli," kata Tjok Dewi. (Gde)










