BULELENG-fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng melanjutkan penanganan dampak banjir dan abrasi di wilayah Kecamatan Busungbiu. Salah satu lokasi terdampak serius adalah SMP Negeri 3 Busungbiu yang berada di Desa Sepang Kaja.
Ditemui usai melakukan kunjungan langsung, Minggu (18/1/2026), Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menjelaskan kerusakan terjadi pada area halaman sekolah hingga bagian pondasi bangunan yang terlihat akibat abrasi. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan warga sekolah. Pemkab Buleleng menegaskan penanganan akan dilakukan segera.”Kita saat ini berada di Sepang Kaja, di SMP Negeri 3 Busungbiu. Kerusakannya cukup parah, sampai pondasi bangunan terlihat dan halaman sekolah terdampak banjir. Ini memerlukan penanganan segera karena sangat membahayakan,”tegasnya setelah melakukan peninjauan.
Ia menjelaskan, penanganan kerusakan akibat banjir sebelumnya telah dilakukan di wilayah Batu Megaang dan kini berlanjut ke Desa Sepang, Busungbiu. Lokasi SMPN 3 Busungbiu menjadi prioritas karena berada dekat aliran sungai dan posisinya lebih rendah dari jalan raya.”Kalau ini tidak segera ditangani, resikonya besar. Khususnya bagi anak-anak didik di SMP Negeri 3 Busungbiu,”ujarnya.
Terkait kegiatan belajar mengajar, pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan sementara proses pembelajaran ke sistem daring. Langkah ini dilakukan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.”Untuk sementara kegiatan belajar mengajar kami alihkan ke daring. Kondisi di sini masih sangat berbahaya. Kalau sampai jebol lagi, resikonya tinggi,”katanya.










