Terapkan Konsep Tri Hita Karana, Bupati Eka Bantu Pakan Satwa di Alas Kedaton

 

“Ini sifatnya gotong-royong, spontanitas bentuk perhatian karena virus Covid-19 tidak hanya berdampak pada manusia saja, melainkan alam dan isinya, apalagi di Tabanan memiliki cagar alam yang luar biasa, dan bantuan makanan ini Saya kira cukup untuk enam bulan kedepan,” terangnya.

 

Saat disinggung apakah ada makna lain dari pemberian ubi berwarna putih dan kuning, Bupati Eka hanya tersenyum dan mengatakan itu sifatnya hanya spontanitas saja dan mungkin bisa diartikan lambang kesucian dan kemakmuran. Kesucian dengan harapan semoga alam Tabanan kembali suci, bersih dan cepat terbebas dari wabah virus Covid-19.

 

Dan kemakmuran yang mengandung sarat arti berharap selama menghadapi masa pandemi produksi pertanian tetap terjaga dan warga Tabanan tidak sampai kelaparan. “Sebenarnya ini sifatnya spontanitas, dan tentunya berharap agar alam beserta isinya kembali suci dan tetap diberikan kemakmuran.” ucapnya.

 

Begitupun tidak hanya pemberian makanan pada monyet, dalam kesempatan itupun pihaknya juga memberikan bantuan sembako pada 30 warga yang terdampak akibat penutupan DTW Alas Kedaton, serta bantuan 20 skop serta sapu untuk petugas kebersihan agar senantiasa tetap menjaga kawasan Alas Kedaton bersih, meski tengah dilakukan penutupan kunjungan sementara ini.

 

“Mudah-mudahan bantuan ini cukup untuk 6 bulan kedepannya, termasuk kita sekarang bawakan sembako untuk 30 pedagang yang terdampak karena Alas Kedaton ditutup. Dan kedepannya kita berharap karena ini adalah salah satu pintu masuk untuk mengajak Adat untuk mengelola ini bekerja sama dengan Pemda,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top