Tepati Nazar Jadi Duta LPS

LPS 2

Foto: TESTIMONI-I Gede Ngurah Aris Prasetya (kiri) memberikan testimoni tentang pelayanan LPS yang menurutnya memuaskan, bertempat di Seminyak, Badung, awal Juli 2023 lalu.

 

DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Menjelang tutup tahun 2022, cobaan hidup menimpa Aris Prasetya (30). Ia kehilangan ibunya, Ni Luh Ariati, untuk selamanya. Cobaan seolah datang berlomba, dan, saling meminta diselesaikan lebih dulu.

Mendiang ibunya merupakan karyawati di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pasar Umum (BPU) yang berkantor di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Belum kering air matanya, pemilik nama lengkap I Gede Ngurah Aris Prasetya, ini dikejutkan kabar kebangkrutan BPU.

Terkejut, karena Ariati memiliki deposito yang cukup besar di BPU, tempatnya bekerja selama belasan tahun. Aris Prasetya mulai khawatir, dana besar atas nama ibunya yang didepositokan sejak 2015 itu tidak bisa didapatkan kembali.

Bapak satu anak asal Desa Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, ini berusaha tenang sembari meminta petunjuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dia pun melengkapi persyaratan yang diminta. Termasuk mengikuti dengan sabar hasil audit tim likuidasi untuk mengetahui apakah ibunya terlibat dalam praktik kecurangan, seperti kredit fiktif sehingga memicu BPU gulung tikar.

"Astungkara (syukur-red), mendiang ibu saya tidak terlibat dalam praktik tidak benar. Sehingga deposito ibu saya kembali utuh. Saya merasakan betul manfaat LPS sebagai institusi pelindung masyarakat," kata Aris Prasetya di Kuta, Badung, beberapa waktu lalu.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top