Tekan Angka Stunting Lihadnyana,Kader Pendamping Keluarga Aktif Mendata Resiko Stunting

BULELENG, Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat menerima audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasih yang didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Per

Pun demikian stunting masih dilakukan via survey, bukan sensus yang lingkupnya menyeluruh. Pj Bupati Lihadnyana mengatakan mestinya ada target yang dituju agar perbandingan angka penurunan stunting dapat terlihat. “Logikanya ketika perekonomian dan pemahaman orang meningkat agak kurang pas jika stunting malah naik,”ucapnya.

Atas hal itu, Kepala Dinas P2KBP3A Nyoman Riang Pustaka akan mengarahkan kepada jajaran di lapangan untuk berkoordinasi dengan masing-masing pengampu sasaran. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan bidan desa juga pemerintahan desa untuk memverifikasi kembali data by name by address yang bersumber dari Dinas Kesehatan. “Sejauh ini kita sudah membentuk tim kader pendamping keluarga, ada di tiap desa terdiri dari kader kesehatan, kader kb dan kader pkk. Upaya pembentukan kader ini dalam rangka pendampingan sehingga mencegah stunting utamanya keluarga yang beresiko,”katanya.

Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasih menjelaskan kedatangannya dalam rangka meminta dukungan percepatan penurunan stunting yang genjot melalui program edukasi Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja melibatkan duta Genre. Pun juga program inovasi posyandu "PAS DIHATI". “Karena Bantuan Operasional Keluarga Berencana naik sekitar 7.8 milyar, tentunya harapkan kami tim pendamping keluarga yang ada di desa bisa optimal bergerak melakukan pendampingan pada ibu hamil, balita, dan calon pasangan yang akan menikah,”ujarnya. W - 008

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top