"Kami berharap Pemerintah tidak hanya fokus pada sektor pariwisata, tetapi juga memberdayakan warga lokal dalam sektor informal," paparnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Paket AstaGuna menyampaikan sejumlah program unggulan, yang diyakini bisa menjadi solusi. Program-program tersebut tersaji dalam PESAJA atau Prema Shanti Jagadhita.
"Sejak 2014, kemiskinan di Klungkung turun dari 7 persen menjadi 5,1 persen pada 2023. Untuk itu, kami berkomitmen targetnya untuk menurunkan angka itu hingga 2,8 persen atau bahkan 2 persen," ujarnya.
Salah satu strategi yang disebut dapat menjadi solusi terbaik adalah dengan pengembangan desa wisata dan penyerapan tenaga kerja melalui sektor UMKM. Selain itu, dikatakan pentingnya kerjasama dengan lembaga pendidikan dan perbankan, untuk memberikan akses modal bagi pemuda yang ingin bekerja di sektor pelayaran atau UMKM.
"Kami akan bekerjasama dengan STP dan pengusaha lokal agar anak-anak muda bisa berkarier di kapal pesiar atau membuka usaha sendiri," imbuhnya.
Istimewanya, kegiatan ekonomi kreatif di setiap desa akan terus digencarkan, agar potensi lokal dapat berkembang dengan baik di desa. "Kami ingin setiap desa punya acara mingguan yang dapat menjadi ajang promosi ekonomi kreatif. Dengan begitu, masyarakat bisa mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada pemerintah," terangnya.
Untuk itu, perlunya regulasi yang melibatkan masyarakat dalam pembuatan kebijakan. "Birokrasi harus berperan sebagai jembatan bagi masyarakat, bukan sekadar pembuat aturan. Semua kebijakan harus mempertimbangkan aspirasi warga," tegas AstaGuna. W-019*










