Sunada melanjutkan, untuk kesiapan vaksin rabies sudah dilakukan pengadaan vaksin sebanyak 78.000 dosis dari dana APBN dan bulan lalu juga mendapatkan bantuan vaksin 200.000 dosis dari bantuan WOAH (World Organisation for Animal Health), Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan).
Kata dia, vaksin tersebut sudah didistribusikan ke kabupaten/kota dan sebagai buffer stock sebanyak 10.000 dosis ada di Posko Rabies Provinsi Bali bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. "Jadi kesiapan vaksin rabies untuk Bali masih cukup memadai," tegasnya.
Lebih lanjut Sunada mengatakan dalam pelaksanaan pengendalian rabies dilakukan 6 strategi yaitu KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi), Vaksinasi, Pengawassan lalu lintas hewan, Kontrol populasi, Eliminasi tertarget dan Survailen dengan kegiatan utamanya adalah Vaksinasi. (Gde)










